Kamis (8/11), Pusat Studi ASEAN UMY menyelenggarakan Dialog ASEAN membahas tentang pemberantasan kejahatan transanasional di Asia Tenggara. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Naafi ‘Arman S.T., M.H., selaku Staf Teknis Kepolisian RI di Tawao, Malaysia dan juga Bapak Yordan Gunawan, S.H., M.B.A., M.H. selaku Kepala Divisi Penelitian Pusat Studi ASEAN Dosen Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Bapak Ali Muhammad, Ph.D, selaku Ketua Pusat Studi ASEAN UMY menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini sesuai dengan visi dan misi PSA UMY untuk menyelenggarakan seminar, publikasi dan penelitian. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bapak Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P. selaku Kepala LP3M UMY.Pusat Studi ASEAN UMY yang baru saja terbentuk sudah menunjukkan kiprahnya sebagai pusat studi yang aktif dalam menjalankan program-program yang produktif. Harapannya PSA UMY bisa terus menjalankan komitmennya, ujar Kepala LP3M tersebut.

Dalam materi yang disampaikan oleh Bapak Naafi, kejahatan transnasional di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu masalah yang dihadapi ASEAN.Dalam hal ini ASEAN sebagai forum regional memiliki mekanisme yang diimplementasikan untuk memberantas kejahatan transnasional tersebut, seperti ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) dan Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC), serta ASEANAPOL, sebagai persatuan kepolisian negara anggota ASEAN. Di sisi lain, Bapak Yordan menyampaikan bahwa ASEAN perlu lebih menguatkan komitmenya dalam melindungi pemenuhan HAM di kawasan dengan membentuk ASEAN Court on Human Rights yang saat ini urgensinya tengah dibahas oleh pakar HAM di ASEAN.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Amphiteater E6, di Lantai 5 Gedung E6 K.H. Ibrahim ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang merupakan mahasiswa/I dari beragam fakultas di UMY, seperti Fakultas Hukum, FISIPOL, dan FKIK. (Ammar)