Saya masih ingat betul bahwa ilmu yang disampaikan oleh Pak Sudiyono tentang filsafat, dasar logika dan Pancasila dulu. Ilmu tersebut tetap berputar di otak saya hingga sekarang ini, bahkan menjadi bahan untuk saya mengajar mahasiswa saat ini di HI UMY. Tidak terasa pula dulu saya menjadi mahasiswa Pak Sudiyono, sekarang saya menjadi dosen bersama beliau. Begitu banyak perjuangan beliau, tidak mungkin akan terlupakan oleh kita. Dan acara yang kita laksanakan hari ini adalah acara penghormatan sekaligus acara purna tugas beliau di jurusan HI UMY.

Demikian disampaikan oleh Plt. Ketua Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UMY Ade Marup Wirasenjaya, S.IP., M.A. dalam acara tasyakuran acara purna tugas Drs. Sudiyono, SU di UMY, Sabtu (6/7) di Kampus Terpadu UMY. Acara tersebut juga dihadiri oleh Rektor UMY Prof. Bambang Cipto, M.A, Dekan FISIPOL UMY Dr. Ali Muhammad, M.A, Sekretaris Jurusan HI UMY Sugito, S.IP, M.Si, Guru Besar HI UMY Prof. Tulus Warsito dan dosen beserta mahasiswa UMY lainnya.

Drs. Sudiyono dalam acara tersebut menyampaikan bahwa, berhenti dalam tugas memiliki banyak arti. Sama halnya ketika ada surat yang datang pada seseorang, surat itu berisi tentang kenaikan jabatan bagi dirinya, maka yang mendapat surat sangat bahagia. Lain halnya jika surat yang datang itu tentang pemberhentian dirinya dalam pekerjaan, maka seseorang akan bersedih. “Tapi yang perlu kita ketahui adalah berhenti itu mempunyai banyak arti, bisa jadi karena jasa yang baik atau karena pekerjaan yang buruk, korupsi, berbuat curang misalnya”, ungkap dosen HI UMY ini.

Sudiyono mengatakan bahwa, pembebasan tugasnya dari pengabdian sekitar 34 tahun di jurusan Hubungan Internasional UMY ini. Merupakan suatu hal yang tidak disangka, perjuangan untuk memberikan ilmu yang dimiliki tidak terasa sudah berlangsung sejak UMY berdiri. “Perasaan saya senang dan bercampur dengan haru, baru rasanya kemarin saya mengajar di UMY, dan mahasiswa saya dulu pun sekarang menjadi kepala jurusan HI” ungkapnya.

Sedangkan Prof. Bambang Cipto menyampaikan rasa hormat dan terimakasihnya pada Drs. Sudiyono. Seorang guru dan panutan yang telah meluluskan banyak pemimpin dan penggerak perubahan. Selain itu, HI yang menjadi peringkat terbaik di UMY dan pilihan utama setelah kedokteran, tentulah karena usaha dosen, karyawan dan mahasiswanya. “Menjadi peringkat terbaik itu juga merupakan usaha yang beliau lakukan, lebih kurang 34 tahun pengabdian beliau dapat kita lihat sekarang hasilnya” jelas Rektor UMY tersebut.

Acara yang berlangsung dengan penyampaian kesan dan pesan dosen beserta mahasiswa HI UMY tersebut. Diikuti juga oleh pembacaan pantun oleh Dekan FISIPOL UMY dan lantunan lagu oleh Drs. Sudiyono beserta istrinya. (syah)