Caption: Prof. Tulus Warsito, ketika diwawancarai oleh Arirang News, bertempat di Gedung Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

SELAMA ini, Korea Selatan (Korsel) dianggap banyak memfokuskan diri hanya untuk beberapa negara seperti Cina, Jepang, dan Rusia. Setelah Presiden Moon Jae In terpilih, ia kemudian mulai memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan Korsel, salah satunya ke wilayah ASEAN, khususnya Indonesia. Kebijakan ini kemudian dinamakan New Southern Policy.

“Total dana yang akan diinvestasikan ke Indonesia ada¬† $1,9 miliar,” sebut Hyon Joo Park (Head of Commercial Banking, Standard Chartered Bank Kore) seperti yang dilansir oleh Berita Hati.

Sebagai langkah nyata untuk pasar di Indonesia, Pemerintah Korea Selatan juga telah menyusun rencana untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia.

Rencana tersebut terdiri dari enam fokus kerjasama yang meliputi pemulihan serta revitalisasi kerjasama ekonomi bilateral, seperti :

1. Diversifikasi di bidang kerjasama ekonomi.
2. Memperluas cakupan kerjasama di bidang pertahanan dan kesehatan
3. Meningkatkan kerjasama dalam sektor industri utama.
4. Mendorong kerjasama ekonomi yang berpusat pada pengembangan SDM
5. Meningkatkan dukungan bagi perusahaan skala kecil dan menengah.
6. Memperluas cakupan sektor perdagangan yang meliputi mesin dan barang konsumsi.

“Hal ini akan menjadi hal yang baik karena dengan begitu akan lebih banyak variasi kerjasama diantara kedua negara,” ujar Prof. Tulus Warsito (Mantan Wakil Presiden, International Assosiation of Korean Studies in Indonesia)

Simak Wawancara Ekslusif dari Arirang News yang merupakan salah satu program berita asal Korea Selatan, bersama C.K Song (Ketua, Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia), Prof. Dr. Tulus Warsito (Mantan Wakil Presiden, International Assosiation of Korean Studies in Indonesia), dan Nick T. Dammen (Mantan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan). (reza)

Video wawancara selengkapnya, silahkan diakses melalui link ini