hghvghSandi (baris keempat, berbaju biru) bersama delegasi lain se-Asia Pasifik di forum Asia Pasific Youth Dialogue 2016, China.

Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) kembali mengirim mahasiswa untuk mewakili Indonesia pada forum internasional yang diinisiasi UNESCO di Chengdu, China, 20-23 September 2016. Sandi Nursahamdani (HI 2014), bersama 100 pemuda lainnya dari 46 negara di Asia Pasifik berkumpul untuk mendiskusikan berbagai isu global, termasuk keberagaman budaya dan pendekatan untuk membangun dunia yang damai.

Forum ini merupakan hasil kerja sama Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization – UNESCO), Komisi Nasional Republik Rakyat Tiongkok untuk UNESCO dan World Federation of UNESCO Clubs, Centers and Associations (WFUCA), yang didukung penuh oleh Global Youth Leaders Laboratory, Taihe Global Institute dan Beijing China Today International Culture Development Co., Ltd, serta diselenggarakan bersama dengan University of Electronic Science and Technology of China, Chengdu Hi-Tech Industrial Development Zone dan Perfect World Education & Technology (Beijing) Co., Ltd.

“Indonesia mengirim 2 delegasi, saya dan mahasiswi Universitas Muslim Indonesia. Pada forum yang didanai penuh oleh UNESCO tersebut, saya berkesempatan menjadi Rapporteur dalam sesi regional Asia Tenggara yang membahas mengenai “Culture in Promoting Positive Peace” dan sebagai fasilitator bersama dengan Sebastian perwakilan dari Singapura dalam isu tematik yang membahas tentang “A New Way of Combating Extremism”.”, jelas mahasiswa yang juga merupakan pengurus Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) UMY ini.

Disampaikan Sandi, sapaan akrabnya, perhelatan  Asia Pacific Youth Dialogue (APYD) akan menjadi acara yang berkelanjutan untuk mempromosikan budaya di Asia dan Pasifik dan akan diselenggarakan di negara-negara Asia secara teratur, sehingga dapat membuat kontribusi yang lebih besar untuk mempromosikan ide-ide baru dan pembelajaran bersama antara pemuda, dan membantu untuk membentuk kesatuan Asia Pasifik bahkan global. (diah)