Tiga mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) mewakili kampus dalam Model Australian Parliament Simulation dalam rangka Australian Days 2013 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jum’at (15/11/2013).

Dengan mengambil topik “This House Would Propose Indonesia as One of the Detention Centre for Assylum Seekers”, delegasi HI UMY yang terdiri atas 3 orang terbagi ke dalam dua kubu besar yakni Ahmad Jawwad (HI 2011) dalam kubu Liberal National Coalition yang merupakan pihak Pemerintah, sedangkan Achmad Zulfikar (HI 2010) dan Muhammad Dedy Yanuar (HI 2012) mewakili kubu Australian Labour Party  yang merupakan pihak oposisi.

Dikarenakan Simulasi Sidang Australia merupakan sesuatu yang baru bagi delegasi HI UMY, maka mereka harus beradaptasi dengan cepat agar dapat menampilkan performa yang terbaik dalam sidang tersebut. “Selama di kampus, kami terbiasa dengan Simulasi Sidang PBB. Jadi, mengikuti Simulasi Sidang Australia ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami untuk beradaptasi secepat mungkin namun tetap menunjukkan performa terbaik,” terang Muhammad Dedy Yanuar, delegasi HI UMY pada acara tersebut.

Simulasi Sidang Australia memang agak berbeda dengan Simulasi Sidang PBB. Perbedaan tersebut terlihat dari mulai pengaturan tempat duduk, pengambilan suara, hingga susunan pimpinan sidang. Di Sidang Umum PBB, sidang dipimpin oleh tiga orang yang terdiri dari pimpinan sidang, sekretaris sidang, dan seorang notulen. Namun, di  Simulasi Sidang Australia ini, sidang dipimpin oleh seorang speaker, clerk, dan deputy clerk. Debat argumen yang biasanya dalam Sidang Umum PBB direpresentasikan oleh masing-masing negara, di Simulasi Sidang Australia direpresentasikan oleh pihak Government dan pihak Opposition. “Selain itu masih banyak lagi jabatan-jabatan yang asing di telinga kami. Seperti Government Backbenchers, Shadow Ministers, Opposition Backbenchers, hingga Independents dan Minor Parties.”, sambungnya.

Meskipun menemui kendala dalam hal adaptasi, namun tak menyurutkan semangat ketiga delegasi dalam memberikan performa terbaik mereka di acara yang melibatkan kampus-kampus se-DIY Jateng ini. Ditempa dengan acara-acara debat yang sering diadakan oleh kampus, membuat mereka mengetahui bagaimana menggunakan teknik yang tepat untuk mempertahankan argumennya.

Alhasil, ketiga delegasi HI UMY mampu memberikan suguhan perdebatan yang menarik di penampilan perdana mereka dalam  Simulasi Sidang Australia ini. Bahkan, salah satu delegasi HI UMY, Muhammad Dedy Yanuar, berhasil menyabet penghargaan Best Backbencher di acara tersebut. “Alhamdulilah berkat acara ini, kami mendapatkan ilmu baru mengenai  Simulasi Sidang Australia. Meskipun rumit, semoga nantinya akan diadakan acara serupa oleh HI UMY demi membuka khazanah pengetahuan yang lebih luas bagi mahasiswa-mahasiwa HI lain,” tutupnya. (diah)