Program studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY)  kembali berpartisipasi dalam perhelatan Indonesia Model United Nations (IMUN) 2013 dengan mengikutkan 5 delegasinya yakni Akhmad Rifqy Setya Anugrah (HI 2010), Fariz Ramaditya (HI 2011), Richo Bimapaksi Jumranuddin (HI 2012), Ghiffary Yusuf Muhammad Arsyad (HI 2012), dan Sandy Satya Suryananda (HI 2012).

Bertempat di Universitas Indonesia, Depok acara yang dihelat sejak tanggal 5 hingga 8 November 2013 ini setidaknya diikuti oleh 300 delegasi dari dalam maupun luar negeri.

Penyelenggaraan IMUN tahun ini merupakan yang keempat kalinya dan merupakan ajang implementasi dan aktualisasi bagi mereka yang memiliki ketertarikan di bidang diplomasi dan kebijakan luar negeri. Sehingga, untuk mengakomodir hal tersebut, IMUN 2013 menyediakan 7 komite dan memberi kesempatan bagi masing-masing peserta untuk memilih salah satu dari 7 komite tersebut berdasarkan minat ataupun kemampuan mereka di tahap pendaftaran.

Richo Bimapaksi Jumranudin, salah satu delegasi HI UMY, menjelaskan, ada 4 delegasi HI UMY menempati komite yang sama, yaitu Disarmament and International Security Commitee. Namun, berbeda dengan keempat delegasi, Richo menempati komite lain, yakni World Health Organization. Meskipun dipisah, namun kelima delegasi HI UMY tetap kompak menunjukkan kapabilitasnya dalam adu argumen dan teknik lobi sesuai dengan apa yang telah dipelajari di perkuliahan. Sehingga tak heran, komite WHO dianugerahi sebagai Best Commitee.

Ia menuturkan, banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dengan mengikuti acara seperti IMUN ini. Selain memperluas jaringan dan menambah banyak pengalaman, manfaat yang terpenting adalah bisa mempraktekkan secara langsung bagaimana teknik diplomasi dan perumusan kebijakan luar negeri yang selama ini hanya didapat dalam ruang kelas.

“Pintar teori namun miskin praktek akan menjadi suatu hal yang buruk di masa mendatang. Dengan berpartisipasi di acara seperti ini, kita jadi semakin paham akan penerapan teori-teori diplomasi dan kebijakan luar negeri yang sebelumnya hanya kita dapatkan di ruang kelas”, terang delegasi negara Sudan dalam IMUN 2013 ini. (diah)