11125874_10204492878466859_678151288_o

Satria Rizaldi pada ISF 2015, New York

Adalah Satria Rizaldi Alchatib, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) angkatan 2012, yang baru kembali ke tanah air setelah menuntaskan tugasnya sebagai delegasi Indonesia di ajang “The 12th International Solidarity Forum 2015” yang diselenggarakan 23-26 Maret, di New York, Amerika Serikat.

Sebelumnya, kesempatan menjadi delegasi di forum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut didapatnya setelah menjalani program magang di World Youth Alliance (WYA) regional Asia Pasifik, periode Agustus-Oktober tahun lalu. Semasa magang di kantor pusat WYA regional Asia Pasifik di Manila, Filipina, Aldi –sapaan akrabnya- juga mengikuti ujian akreditas dari PBB dan berhasil mendapat status A. Dari status akreditas ini lah ia dinilai mumpuni untuk hadir pada forum tertinggi WYA yang tahun ini bertema “Health and Education: Keys to Development”.

“Cukup menguras tenaga selama 4 hari berada disana. Ini karena kita harus terus debat dan melancarkan negoisasi agar deklarasi kita diterima, yang nantinya akan menjadi Official Universal Declaration di PBB.”, tegas mahasiswa yang juga merupakan anggota aktif Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) UMY ini.

Namun, pada akhirnya, Universal Declaration on Health and Education yang disusunnya bersama 2 partner dari Filipina berhasil mendapat persetujuan dari Mission of Qatar, yang notabene pendukung penuh acara ini. Ditambah, selain membuat deklarasi dan bernegosiasi, ia juga berkesempatan membacakan deklarasinya dalam mimbar di PBB.

“Alhamdulilah, banyak sekali pengalaman yang didapat. Kalau dikampus kita dapat teori, maka disini (International Solidarity Forum 2015, red) adalah the real practice of diplomacy, karena kita diminta untuk bisa meloloskan kepentingan regional dan negara kita.”, tutupnya.
(dini, maman, diah)