MELIHAT besarnya potensi yang dimiliki oleh ASEAN dengan berbagai programnya, Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) Spanyol, bekerjasama dengan Universidad Autonoma de Madrid serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menyelenggarakan International Conference of ASEAN Studies (ICOAS), pada 20-24 Maret 2018, bertempat di Universidad Autonoma de Madrid.

Diprakarsai oleh lima negara berdasarkan Bangkok Declaration pada 1967 silam, ASEAN kini telah beranggotakan 10 Negara Asia Tenggara.. Di umur yang sudah setengah abad ini, program pengembangan yang masif coba untuk diterapkan ASEAN di berbagai bidang, salah satunya melalui program ASEAN Community yang terdiri bidang penting, yakni: Politik-Keamanan, Ekonomi, dan Sosial-Budaya.

Konferensi ini menghadirkan Jose Antonio Morato, (Direktur Jendral Kerjasama ASEAN), dan HE Phillippe Jones Lhuillier (Duta Besar Filipina untuk Spanyol), dengan tema ‘Re-Reading Southeast Asia: Multi-Perspectives Approach’. Selain tema utama, ada beberapa topik pembahasan yang menjadi fokus dalam konferensi ini, antara lain ‘Strengtehning and Deepening ASEAN Cooperation’, ‘The Emergence of Non-Traditional Issues in the Sea’, dan ‘Its Impact on ASEAN Cooperation’, serta pembahasan mengenai ‘The Political Economy of ASEAN Cooperation’ dan ‘The Socio-Culture Challenges in ASEAN Community’.

Harapan melalui konferensi ini adalah munculnya perspektif baru beserta solusi terutama untuk permasalahan yang dihadapi oleh ASEAN. Total ada 42 paper penelitian terkait yang diterima oleh PPI, yang akan dibukukan oleh Universidad Autonoma de Madrid (UAM) Publishing House dan Jurnal Hubungan Internasional (JHI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang telah mendapat pengakuan oleh ASEAN Citation Index.

Tak ketinggalan, di sela-sela kegiatan, dalam tujuannya mencapai universitas kelas dunia, UMY semakin masif dalam melakukan kerjasama dengan universitas asing, kali ini UMY melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama UAM. Dalam penandatangan MoU tersebut, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerjasama dalam beberapa bidang.

“Kerjasama akan mencakup bidang-bidang yang luas, antara lain kolaborasi kampus UMY, kerjasama di bidang penelitian, pengajaran serta staf dan students mobility. Semua bentuk kerjasama tersebut merupakan bentuk komitmen UMY untuk menjadi universitas yang bereputasi internasional,” ungkap Eko Priyo Purnomo, selaku Kepala Lembaga Kerjasama UMY.

Selain Universidad Autonoma de Madrid dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, acara ini turut didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid , Universidad Complutense Madrid, Dialogue Emphatic Engagement and Peacebuilding (DEEP) Network, PPI Spanyol, PPI Turki dan One Asia Foundation.

Beberapa dosen HI UMY yang juga terlibat dalam agenda ini, antara lain: Dra. Nur Azizah (Ketua Prodi HI), Sidiq Ahmadi (Kepala Lab HI), Drs. Jumadi, Adde Marup Wirasenjaya, Dr. Surwandono, Takdir Ali Mukti, Idham Badruzaman Wahyuni Kartikasari, dan Ratih Herningtyas, (Reza)