IMG_3014

Prodi Hubungan Internasioanal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) kembali menginisiasi sebuah seminar nasional bertajuk “Diplomasi Dagang Indonesia di Afrika”, di ruang Amphiteater Lantai 4, Gedung Pasca Sarjana, kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan dari hasil kerjasama dengan pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (KEMLU RI) dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (KEMENDAG RI) ini menghadirkan 2 pembicara utama, yakni Drs. Iman Pambagyo, M.A selaku Staff Khusus Menteri Perdagangan Untuk Prioritas Kebijakan Global, serta Dr. Arifi Saiman, M.A selaku kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika (P3K2 Aspasaf).
Topik ekonomi memang menjadi isu hangat di abad 21. Setiap negara berlomba-lomba untuk meluaskan jaringan diplomasi ekonominya ke kawasan-kawasan yang sebelumnya tidak dipandang prospektif dalam hal perdagangan,misalnya Afrika. Namun, fakta bahwa benua Afrika merupakan benua pendulang emas terbesar di dunia, merupakan hal yang menjadi sorot utama pemerintah dalam upaya mengoptimalkan kepentingan nasional di wilayah tersebut.
“Untuk kawasan Afrika, mitra dagang utama Indonesia meliputi Nigeria, Afrika Selatan Mesir, Angola, Pantai Gading , Aljazair, Djibouti, Benin, Ghana, Tanzania, Kenya, serta Ethiopia. Secara keseluruhan, pada tahun 2014, hubungan kerja sama dengan negara-negara tersebut memberi kontribusi peningkatan ekonomi hingga USD 11,7 Milyar.”, papar bapak Arifi yang pernah bertugas sebagai Kepala Bidang Pensosbud di KBRI Paris, Prancis, periode 2011-2015.
Ditambahkan oleh Bapak Iman, upaya diplomasi dagang Indonesia di Afrika juga harus memperhatikan kebijakan-kebijakan ekonomi dalam negeri. Misalnya, kebijakan ekonomi sebagai kebebasan warga untuk berproduksi, mengonsumsi, dan melakukan investasi. Hal tersebut merujuk pada fakta bahwa kebebasan ekonomi Indonesia masih di peringkat 108 dari 178 negara di dunia. Artinya, meskipun tawaran investasi setiap tahun mengalami peningkatan, namun tidak diimbangi dengan kebebasan ekonomi yang baik bagi warga negaranya.
“Terakhir, pahami apa yang disebut Global Value Chain. Kita akan butuh pemuda-pemuda kompetitif guna membawa Indonesia memenangi persaingan pasar bebas di era mendatang.”, tutur mantan Dubes Indonesia di World Trade Organization (WTO) tahun 2014 ini.
Paparan materi kedua pembicara diatas bisa didownload selengkapnya melalui link dibawah ini:

Paparan Materi Bapak Arifi Saiman (P3K2 Aspasaf)

Paparan Materi Bapak Iman Pambagyo (KEMENDAG RI)