FKKLN HI UMY: Dari ki-ka: Kepala Program Internasional HI UMY, Kepala Prodi HI UMY, Dr. Philips J. Vermonte, Prof. Bambang Cipto, Ir. Sri Nastiti, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kepala P2K2 KEMLU RI, Ibu Poppy. S. Winanti, Ibu Ratih Herningtyas, S.IP, MA, Wakil Dekan FISIPOL UMY saat sesi foto bersama.

Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY), bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (KEMLU RI) menggelar Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) dengan fokus tema “Pemerintahan Baru Amerika Serikat; Presiden Trump dan Proyeksi Kebijakan Luar Negeri AS”, di Ruang Sidang Amphi Theatre Gedung Pasca Sarjana UMY, kemarin (27/2).

Empat pemateri ahli hadir untuk memberi pemaparan yang  mendalam dari berbagai macam perspektif, antara lain Prof. Bambang Cipto (Guru Besar HI UMY), Ir. Sri Nastiti Budianti, M.Si (Kepala Pusat Pengkajian Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI), Dr. Philips J. Vermonte (Centre for Strategic and International Studies), dan Dr. Poppy S. Winanti (Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada).

“Kebijakan luar negeri Trump di bidang politik, keamanan, dan ekonomi, akan menjadi sorotan dunia karena sebagai negara besar, perubahan yang terjadi di negara tersebut dapat berpengaruh terhadap negara-negara lain, baik mitra maupun rivalnya”, tegas Bapak Leonard F. Hutabarat, Ph.D, selaku Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa, KEMLU RI, dalam sambutannya membuka acara diskusi.

Diskusi berlangsung progresif dipimpin oleh salah satu dosen HI UMY, Ratih Herningtyas, S.IP, M.A. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ibu Poppy  menyampaikan pandangannya dari sisi ekonomi politik terkait naiknya Trump sebagai presiden Amerika. Menurutnya, pemerintah Indonesia perlu mewaspadai terjadinya “Asymmetric Trade War”, terkait dengan rivalitas Amerika dan negara-negara superpower lainnya, China dan Rusia, yang cenderung meningkat dibawah kepemimpinan Presiden Trump.

Melalui kegiatan FKKLN, prodi HI UMY berharap pengetahuan civitas akademika, terutama tamu undangan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional se-Korwil IV,  dalam memahami seluk beluk politik pemerintahan Amerika Serikat serta proyeksi kebijakan luar negerinya pada masa Trump semakin meningkat, dan memberi sumbangsih ilmiah bagi kepentingan nasional bangsa Indonesia di masa depan. (diah)